SISTEM INFORMASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI
SISTEM
INFORMASI
A. Pengertian
Sistem Informasi
Definisi dari sistem informasi (SI) secara umum adalah suatu
sistem yang mengkombinasikan antara aktivitas manusia dan penggunaan teknologi
untuk mendukung manajemen dan kegiatan operasional. Dimana, hal tersebut
merujuk pada sebuah hubungan yang tercipta berdasarkan interaksi manusia, data,
informasi, teknologi, dan algoritma.
Di abad ke – 21 ini, penerapan sistem informasi tidak hanya
diimplementasikan pada bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saja,
namun kebutuhan proses bisnis lain juga sangat membutuhkan kontrol dari SI.
Sehingga, sistem informasi terbentuk sebagai tipe khusus dari proses kerja.
Penggunaan dari SI sendiri ditujukan untuk mengolah berbagai
informasi yang dikelola oleh setiap perusahaan atau organisasi, sehingga sumber
daya atau resources yang dibutuhkan tidak terlalu besar dan dapat mempersingkat
waktu penanganan proses. Selain itu, data yang dikelola juga dapat digunakan
kapan saja dan dimana saja, serta mampu mempersingkat birokrasi yang ada.
B. Tujuan
Sistem Informasi
Tujuan dari pengembangan sistem informasi adalah untuk
menghasilkan sebuah produk yang berisi kumpulan informasi. Sebuah sistem
tentunya melibatkan berbagai jenis dan tipe data yang mampu diolah agar dapat
ditampilkan dengan mudah kepada pengguna (user).
Untuk menghasilkan data yang valid dan sesuai, maka anda
perlu memperhatikan ketiga faktor ini. Pertama, data tersebut harus relevan
atau tepat sasaran (relevance). Kedua, tepat waktu dan efisien (timeliness).
Dan yang ketiga adalah tepat sasaran atau akurat (accurate).
Ketika semua faktor tersebut telah terpenuhi dengan baik,
maka tujuan dari implementasi SI bagi bisnis dan usaha anda akan menghasilkan
output yang maksimal dan optimal.
C. Fungsi
Sistem Informasi
Setelah mengetahui apa itu sistem informasi beserta
tujuannya, selanjutnya masuk pada pembahasan mengenai beberapa fungsi dari SI,
diantaranya adalah sebagai berikut.
•
Mampu menjadi tingkat ketersediaan kualitas dan
pengalaman dalam mengelola sebuah sistem informasi secara kritis dan logis.
•
Mampu meningkatkan produktivitas kerja pada
seluruh stakeholders.
•
Mampu menganalisa dan meminimalisir terjadinya
kerugian dari sisi ekonomi.
•
Memberikan aksesibilitas yang baik kepada
pengguna.
•
Dapat mencapai tujuan perusahaan secara cepat
berdasarkan dukungan data yang dapat dipertanggung jawabkan.
Mengapa teknologi
semakin penting bagi sebuah perusahaan? Karena Teknologi digunakan perusahaan
untuk mempermudah pekerjaan-pekerjaan administrasi atau back office organisasi.
Akibatnya terjadi efesiensi. Produktivitas adalah efesiensi atau hasil dari
kegiatan (pekerjan ). Peningkatan produktivitas terjadi ketika levih banyak
pekerjaan yang dapat diselesaikan pada saat yang sama atau sumber daya yang
sedikit. Banyak perusahaan menginvestasikan sistem informasi untuk meningkatkan
produktivitasnya. Sistem informasi kompute memungkinkan individual yang bekerja
atau anggota staff menjadi lebih produktif karena mereka yang mengatasi
(melakukan transaksi dalam jumlah yang besar.
Peran sistem informasi manajemen dalam sebuah perusahaan.
Sistem informasi
memiliki peran yang sangaMengapa teknologi semakin penting bagi sebuah
perusahaan? Karena Teknologi digunakan perusahaan untuk mempermudah
pekerjaan-pekerjaan administrasi atau back office organisasi. Akibatnya terjadi
efesiensi. Produktivitas adalah efesiensi atau hasil dari kegiatan (pekerjan ).
Peningkatan produktivitas terjadi ketika levih banyak pekerjaan yang dapat
diselesaikan pada saat yang sama atau sumber daya yang sedikit. Banyak
perusahaan menginvestasikan sistem informasi untuk meningkatkan
produktivitasnya. Sistem informasi kompute memungkinkan individual yang bekerja
atau anggota staff menjadi lebih produktif karena mereka yang mengatasi (melakukan transaksi dalam jumlah
yang besar. penting dalam sebuah organisasi atau perrusahaan. Sistem informasi
memiliki peran dalam menunjang kegiatan bisnis operasional, menunjang manajemen
dalam pengembilan keputusan, dan menunjang keunggulan strategis kompetitif.
1. Menunjang
kegiatan bisnis operasional.
Mulai dari
akuntansi sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan, sistem informasi
menyediakan dukungan bagi manajemen dalam operasi kegiatan bisnis sehari-hari.
Ketkka tanggapan atau respon yang cepat menjadi penting, maka kemampuan sistem
informasi untuk dapat mengumpulkan dan mengintegrasikan informasi ke berbagai
fingsi bisnis menjadi kritis atau penting.
2. Menunjang
untuk pengambilan keputusan.
Sistem informasi
dapat mengombinasikan informasi untuk membantu manajer menjalankan bisnis
dengan lebih baik, informasi yang sama dapat membantu para manajer
mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk mengevaluasi hasil dari keputusan
sebelumnya. Sistem informasi akan membantu para manajer membuat keputusan yang
lebih baik, lebih tepat, dan lebih bermakna.
3. Sistem
informasi yang dirancang untuk membantu pencapaian sasaran startegis perusahaan
dapat menciptakan keunggulan bersaing di pasar.
Ruang lingkup
sistem informasi
Lingkup sistem
informasi akan menunjukkan sejauh mana hubungan antara sistem informasi dengan
manajemen sebuah organsiasi. Mengacu pada lingkup tersebut, peta relasi antara
sistem informasi dan kebutuhan dalam pengelolaan keseharian organisasi akan
dapat dipetakan. Sistem informasi tidak akan berfungsi jika tidak dapat
merepresentasikan model bisnis. Mengapa? Bagaimana pun sistem informasi bukan
semata teknologi informasi, melainkan turut menjadikan manusia atau pelaku
sebagai bagian dari sistem ini.
Klasifikasi Sistem informasi
Sistem informasi
adalah sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan
transaksi harian,mendukung operasi,bersifat manajerial dan kegiatan strategi
dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan
laporan-laporan yang diperlukan (Robert. 1983)
Teknologi
informasi adalah seperangkat alat yang membantuanda berkerja dengan informasi
dan melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan pemrosesan informasi
Sistem teknologi
informasi dapat dibedakan dengan berbagai cara pengklasifikasian :
·
sistem teknologi informasi yang melekat
(embedded IT system),
·
sistem teknologi informasi yang khusus
(dedicated IT system.
·
sistem teknologi informasi serbaguna (purpose IT
System).
1. Embedded IT
system
Embedded IT
system adalah sistem teknologi informasi yang melekat pada produk lain. Sebagai
contoh, sistem VCR (video casette recorder) memiliki sistem teknologi informasi
yang memungkinkan pemakai dapat merekam tayangan televisi.
Adapun sistem
teknologi informasi pada lift dapat digunakan untuk mengendalikan gerakan lift
dalam gedung pencakar langit. Misalnya, lift tertentu tidak bisa digunakan
untuk lantai 2 sampai dengan 7 pada jam antara 07.00 sampai dengan jam 09.00.
2. Dedicated IT
System
Dedicated IT
system adalah sistem teknologi informasi yang dirancang untuk melakukan
tugas-tugas khusus. Sebagai contoh adalah ATM (Anjungan Tunai Mandiri)
dirancang secara khusus untuk melakukan transaksi keuangan bagi nasabah bank
Tentu saja sistem
seperti ini tidak bisa dipakai untuk melakukan tugas-tugas seperti mengetik
dokumen.
3. General
purpose IT system
General purpose
IT system adalah sistem teknologi informasi yang dapat digunakan untuk
melakukan berbagai aktifitas yang bersifat umum.
Contohnya adalah
Persoanal Computer (PC), yang merupakan peralatan yang dipakai di rumah atau
perkantoran untuk mencatat pengeluaran, melakukan perhitungan statistik,
membuat dokumen ataupun untuk belajar.
D. Komponen
pada Sistem Informasi
Dalam proses
pembangunan sistem informasi, terdapat beberapa komponen yang perlu
diperhatikan agar anda tidak salah dalam mengambil keputusan untuk bisnis dan
strategi pemasaran anda.
Information System sendiri terdiri atas komputer, manusia,
fakta, instruksi, dan kumpulan prosedur yang dapat dikategorikan sebagai
berikut.
1. Sistem
Informasi Manajemen
Management Information System adalah sebuah sistem
perencanaan yang melibatkan bagian internal perusahaan yang meliputi
pemanfaatan teknologi, prosedur, dan interaksi manusia untuk memecahkan
permasalahan bisnis seperti layanan, biaya produksi, atau penentuan strategi
bisnis yang tepat.
Metode ini mampu memecahkan berbagai masalah dengan
memberikan solusi yang pasti berkaitan dengan proses bisnis hingga analisa
akhir dari standar operasional dan sistem manajemen.
2. Sistem
Pendukung Keputusan
Decision Support System adalah salah satu bagian dalam
sistem informasi berbasis komputer yang berfungsi untuk mengambil sebuah
keputusan yang tepat bagi perusahaan, organisasi, atau instansi terkait.
Tahapan dalam mengaplikasikan sistem pendukung keputusan
adalah dengan mendefinisikan masalah terlebih dahulu. Selanjutnya, mengumpulkan
berbagai data pendukung, dan mengolahnya menjadi informasi yang penting. Dan
fase akhirnya, mampu menyajikan solusi yang tepat serta dapat disajikan dalam
bentuk data yang terukur.
3. Sistem
Informasi Eksekutif
Executive Information System (EIS) merupakan salah satu
jenis dari sistem informasi manajemen untuk memudahkan dalam mengambil
kebijakan yang dibutuhkan oleh eksekutif senior dengan menampilkan akses
informasi yang tepat dan relevan.
EIS sendiri menekankan pada tampilan antarmuka atau
interface yang mudah untuk digunakan oleh user. Selain itu, hasil laporan yang
disajikan juga mempunyai informasi yang menarik dan teruji.
4. Sistem
Pemrosesan Transaksi
Komponen yang terakhir adalah Transaction Processing System,
yaitu bagian dari sistem informasi yang memiliki tugas untuk menjalankan dan
mencatat setiap kebutuhan transaksi secara berkelanjutan (kontinu) yang
diperlukan dalam bisnis. Tujuan utamanya adalah untuk menjawab berbagai pertanyaan
rutin dan memonitoring setiap transaksi yang dilakukan oleh organisasi terkait.
E. Contoh Penerapan Sistem informasi
Topik yang terakhir, kami akan memberikan beberapa contoh
sistem informasi yang saat ini banyak digunakan dalam berbagai bidang bisnis
yang ada, mulai dari industri manufaktur, marketing, kesehatan, pendidikan, dan
lain sebagainya.
1. E-Commerce
E-Commerce
termasuk ke dalam sistem informasi yang penerapannya dalam bidang ekonomi dan
bisnis. Dimana, setiap kebutuhan transaksi jual beli barang atau jasa dapat
dilakukan secara online melalui aplikasi berbasis web maupun mobile. Contoh
dari platform bisnis yang menggunakan e-commerce adalah Tokopedia, Amazon,
Bukalapak, Shopee, dan lain sebagainya.
2. E-Learning
Contoh kedua dalam bidang pendidikan, adalah e-learning yang
merupakan SI untuk mengelola berbagai aktivitas seperti pembelajaran,
pengolahan data pendidik dan peserta didik, serta informasi yang berhubungan
dengan dunia pendidikan. Penerapan dari e-learning sendiri banyak digunakan
untuk instansi pendidikan formal, baik negeri maupun swasta untuk mempermudah
proses belajar mengajar menjadi lebih efektif.
3. Fleet
Management System
Fleet Management System (FMS) merupakan SI yang membantu
proses monitoring armada logistik dan pengiriman barang supaya proses tracking
menjadi lebih sistematis dan terpusat. Biasanya FMS menggunakan fitur deteksi
berdasarkan lokasi dengan menggunakan bantuan GPS (Global Positioning System).
4. Knowledge
Work System
Berikutnya adalah Knowledge Work System (KWS), yaitu sistem
informasi yang memuat berbagai data terkait ilmu pengetahuan. Kemudian,
informasi tersebut diolah sedemikian rupa sehingga dapat diakses oleh pengguna
untuk memecahkan sebuah masalah dengan tepat.
5. Office
Automation System
Office Automation System (OAS) merupakan sekumpulan sistem
yang menggabungkan beberapa peralatan IT pada perangkat server untuk kebutuhan
jaringan komputer. Tujuan utama pada penggunaan OAS sendiri adalah untuk
memudahkan proses komunikasi agar berjalan lebih efektif dan efisien.
6. Transaction
Processing System
Contoh yang terakhir adalah TPS (Transaction Processing
System) yang merupakan SI yang digunakan oleh organisasi maupun perusahaan
untuk kegiatan operasional bisnis tertentu secara rutin (kontinu). Proses
implementasi dari TPS adalah kegiatan transaksi keuangan, registrasi ulang, dan
aktivitas administrasi yang lainnya.
Pentingnya
sistem informasi dalam sebuah organisasi
Sistem informasi manajemen adalah sistem informasi yang
berguna untuk menyajikan sebuah informasi guna memberikan fungsi
operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan. Yang bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan manusia dalam sebuah organisasional perusahaan. Berikut ini yang
mencakup beberapa peran sistem informasi
sebuah organisasi adalah:
1)
Memberikan
kualitas data yang tersaji secara tepat waktu bagi para pengguna,
2)
Organisasi memakai sistem informasi guna memproses transaksi-transaksi dalam
organisasi,
3)
Mengembangkan perencanaan yang efektif,
4)
Guna mendukung pengambilan keputusan,
5)
Guna perencanaan yang strategis, tujuannya guna mengembangkan strategi suatu organisasi,
6)
Menyediakan bagi yang mengelola organisasi data maupun
yang menyangkut dengan pelaksanaan tugas organisasi,
7)
Guna meneliti kebutuhan-kebutuhan keterampilan sebagai
pendukung sistem informasi.
Sistem informasi digunakan untuk mendukung operasi manajemen
yang dilakukan oleh suatu organisasi. Dalam operasi manajemen terdiri dari
beberapa tahap yaitu:
1)
Tahap perencanaan yakni dalam sebuah organisasi
tersebut memberikan tentang suatu sistem yang akan dilakukan mendatang.
2)
Tahap pengorganisasian yakni suatu teknis yang
melaksanakan sistem yang akan dilakukan, memberikan sumber daya yang akan
dibutuhkan,
3)
Tahap pelaksanaan yakni semua kegiatan yang berhubungan
dengan pelaksanaan operasi itu dicatat, disimpan guna memenuhi keperluan evaluasi hasil operasi,
4)
Tahap pengendalian, yakni organisasi mengadakan pengawasan guna menjalankan tugas agar sesuai
dengan rencana awal, karena dalam pelaksanaan hasil operasi akan dilaporkan
guna kepentingan evaluasi dalam pengambilan keputusan yang akan datang.
Selain itu, dalam suatu organisasi terdapat tiga tingkatan
manajemen yakni,
1.
Manajemen tingkat bawah yakni guna mengantisipasi
adannya masalah-masalah transaksi yang membuat laporan rutin, yaitu laporan
yang berhubungan dengan transaksi tersebut.
2.
Manajemen tingkat menengah yakni menangani
masalah-masalah yang menggunakan pengambilan keputusan dalam bagian organisasi
tersebut.
3.
Manajemen tingkat atas yakni menangani masalah-masalah
strategis yang meluas yang mengatur dalam berbagai departemen yang ada dalam
organisasi tersebut.
yang berikut ini adalah kasus pada peranan sistem informasi
dalam sebuah pengorganisasian asrama. Dalam asrama ini terdapat tingkatan
manajemen, mulai dari staf administrasi,
para kepala bagian hingga pengasuh asrama. Manajemen ini menggunakan sistem pemrosesan transaksi
dalam organisasi asrama ada banyak macamnya, diantarannya sistem pencatatan
santri baru, pencatatan pembayaran gedung asrama, pencatatan kegiatan di dalam
asrama.
Sistem ini mempunyai 3 tugas utama dalam sebuah organisasi,
yakni
1). Mendukung adanya
kegiatan dalam sebuah organisasi,
2). Mendukung pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi,
3). Mendukung
persaingan keuntungan yang strategis bagi yang mempunyai atau bagi yang
mendirikan gedung asrama.
Secara teknis komputer bukan persyaratan yang harus bagi sebuah sistem informasi, tetapi
dalam adannya praktik sistem informasi
ini baik yang menggunakan komputer atau tidak itu cuma bantuan
kemampuan pemrosesan informasi komputer saja. Tapi alangkah baiknya agar
pemrosesan dalam sebuah organisasi itu mudah, lebih baik menggunakan computer.
Dampak positif nya
1.
dapat memperoleh informasi dengan cepat dan mudah.
2.
Mengubah system manualisasi menjadi komputer
3.
Semakin cepat dalam hal berkomnikasi mencari informasi
komunikasi dl
4.
Dapat memanfaatkan waktu lenbih efektif
5.
Sarana hiburan dengan mudah
Dampak negatifnya
1.
penyalah gunaan terutama di bidang komunikasi
2.
banyak beredar informasi hoas
3.
ada juga informasi yang kurang mendidik
4.
timbul situs negative yang merusak bangsa
5.
timbul kejahatan peretes/hacker
6.
memudarnya tali silaturahmi karna kumpul hanya hp yang
diepegang.
F. Kesimpulan
Sistem informasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dalam menciptakan proses bisnis di era industri 5.0 saat ini. Sehingga, anda
perlu memastikan setiap aspek dan kebutuhan untuk membangun bisnis telah sesuai
dengan sumber daya yang anda miliki. Sehingga, anda dapat mengambil keputusan
akhir secara tepat dan tidak tergesa – gesa.
Sekawan Media menyediakan jasa pembuatan aplikasi Android dan iOS untuk membantu percepatan bisnis anda dengan menyesuaikan tampilan dan pengalaman pengguna yang selaras dan mudah untuk digunakan.
TEKNOLOGI INFORMASI
A. Pengertian
Teknologi Informasi
Secara umum pengertian
teknologi Informasi adalah suatu studi perancangan, implementasi, pengembangan,
dukungan atau manajemen sistem informasi berbasis komputer, khususnya perangkat
keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Menurut ITTA (Information
Technology Association of America), Pengertian Teknologi Informasi adalah suatu
studi, perancangan, implementasi, pengembangan, dukungan atau manajemen sistem
informasi berbasis komputer, terkhususnya pada aplikasi perangkat keras dan
perangkat lunak komputer. Teknologi informasi memanfaatkan komputer elektronik
dan perangkat lunak komputer untuk mengubah, menyimpan, memproses, melindungi,
mentransmisikan dan memperoleh informasi secara aman.
Teknologi informasi tidak hanya penting sebagai alat
komunikasi via elektronik saja, melainkan merupakan perangkat penting yang
seharusnya dimiliki dalam bisnis sebagai sarana untuk berkoordinasi dan
pengarsipan dokumen-dokumen penting. Teknologi Informasi diterapkan guna untuk
pengelolaan informasi yang pada saat ini menjadi salah satu bagian penting
karena meningkatnya kompleksitas dari tugas manajemen, pengaruh ekonomi
internasional (globalisasi), perlunya waktu tanggap (response time) yang lebih
cepat, tekanan akibat dari persaingan bisnis.
B. Fungsi
Teknologi Informasi
Tentunya adanya teknologi informasi memiliki fungsi penting.
Tidak mungkin bahwa dengan adanya teknologi informasi tidak berpengaruh penting
dalam kehidupan. Setidaknya terdapat enam fungsi teknologi informasi yaitu
Menangkap (Capture), Menyimpan (Storage), Mengolah (Processing), Transmisi
(Transmission), Mencari Kembali (Retrieval), Menghasilkan (Generating). Berikut
ini terdapat penjabaran dari keenam fungsi teknologi informasi adalah :
1. Menangkap
(Capture)
Menangkap disini dapat diartikan sebagai menginput. Misalnya,
menerima inputan dari mic, keyboard, scanner, dan lain sebagainya. Fitur
Capturing mungkin juga sudah tidak asing ketika Anda memakainya untuk menyimpan
informasi tertentu.
2. Fungsi
Teknologi Informasi sebagai Pengolah (Processing)
Fungsi teknologi informasi ini mengkompilasikan catatan
rinci aktivitas, misalnya menerima input dari keyboard, scanner, mic dan
sebagainya. Dengan adanya Processing Anda akan lebih mudah mengolah file maupun
data Anda.
3. Mengolah
atau memproses data masukan yang diterima untuk menjadi informasi.
Pengolahan atau pemrosesan data
dapat berupa konversi (pengubahan data ke bentuk lain), analisis (analisis
kondisi), perhitungan (kalkulasi), sintesis (penggabungan) segala bentuk data
dan informasi.
Dengan Adanya Fungsi ini pasti akan lebih memudahkan User
4. Fungsi
Teknologi Informasi sebagai Menghasilkan (Generating)
Fungsi generating adalah dimana teknologi berperan sebagai
alat untuk mengorganisasikan suatu informasi ke dalam sebuah bentuk yang lebih
terarah dan mudah dipahami. Contoh sederhananya adalah grafik dan table.
5. Fungsi
Teknologi Informasi sebagai Penyimpan (storage)
Fungsi teknologi informasi ini merekam atau menyimpan data
dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lainnya.
Misalnya saja disimpan ke harddisk, tape, disket, CD (compact disc) dan
sebagainya.
6. Fungsi
Teknologi Informasi sebagai Pencari Kembali (Retrieval)
Fungsi teknologi informasi ini menelusuri, mendapatkan
kembali informasi atau menyalin data dan informasi yang sudah tersimpan,
misalnya mencari supplier yang sudah lunas dan sebagainya. Adakalanya data yang
tersimpan sulit untuk ditemukan karena terlalu penuh dengan adanya fungsi ini
dapat memudahkan user serta menghemat waktu juga.
7. Fungsi
Teknologi Informasi sebagai Transmisi (Transmission)
Fungsi teknologi informasi ini mengirim data dan informasi
dari suatu lokasi lain melalui jaringan komputer. Misalnya saja mengirimkan
data penjualan dari user A ke user lainnya. Sehingga kita tidak perlu menyalin
satu persatu cukup dengan saling sharing saja.
Klasifikasi
Teknologi Informasi
-Berdasarkan data atau sinyal masukan yang diolah, Teknologi Informasi dapat diklasifikasikan
menjadikomputer analog, komputer digital, dan komputer hybrid. Output yang
dihasilkan oleh komputer analog, digital, dan hybrid ini dapat berupa data
analog, digital, atau keduanya, yaitu analog sekaligus digital.
1. Komputer analog
digunakan untuk mengolah data yang sifatnya berkelanjutan (continuous) bukan
berupa data angka, melainkan dalam bentuk fisik seperti arus listrik,
temperatur, kecepatan, tekanan, dan lain-lain. Output komputer analog biasanya
berupa pengaturan atau pengendalian (control) sebuah mesin. Komputer ini banyak
digunakan pada pengendalian industri kimia, pembangkit listrik, penyulingan
minyak, atau rumah sakit untuk memantau denyut jantung. Kelebihan jenis
komputer ini adalah pada kecepatan yang dimilikinya dalam menerima data dalam
besaran fisik dan langsung mengolah data tersebut tanpa harus melalui proses
konversi. Keluaran yang dihasilkan biasanya dalam bentuk grafik. Kekurangan
yang dimilikinya terletak pada ketepatan yang dimilkinya masih lebih rendah
dibanding jenis komputer digital.
2. Komputer digital digunakan untuk mengolah data dalam
bentuk angka atau huruf. Jenis komputer ini biasa digunakan untuk aplikasi
bisnis dan teknik, comtohnya PC yang banyak digunakan orang. Keunggulan
komputer digital adalah tingkat ketepatannya yang lebih tinggi dibanding
komputer analog, dapat menyimpan data, dapat melakukan operasi logika, data
yang disimpan dapat dikoreksi, output yang dihasilkan dapat berupa angka,
huruf, grafik, atau gambar.
3. Komputer hybrid merupakan kombinasi antara komputer
analog dan komputer digital. Karena digunakan untuk aplikasi khusus, diperlukan
komputer yang lebih cepat dari komputer digital dan lebih tepat dari komputer
analog.
-Berdasarkan fungsinya komputer dibagi menjadi
dua kategori, komputer dengan tujuan khusus (special purpose computer) dan
komputer dengan tujuan umum (general purpose computer).
1. Special Purpose Computer merupakan jenis komputer yang
dirancang dan digunakan untuk tujuan-tujuan pemakaian pada masalah khusus dan
biasanya hanya berupa satu masalah saja. Program komputer telah disediakan di
dalamnya. Jenis komputer ini dapat berupa komputer digital atau analog. Jenis
komputer ini banyak dikembangkan untuk pengendalian otomatis pada proses
industri, untuk tujuan militer atau navigasi di kapal selam dan pesawat, untuk
bidang diagnosis di kedokteran, dan sebagainya.
2. General Purpose Computer merupakan jenis komputer yang
dirancang dan digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah. Dapat digunakan
untuk menyelesaikan berbagai macam program dan permasalahan yang berbeda
seperti pengolahan kata, grafis, permainan, multimedia, dan lain-lain. Yang
termasuk dalam jenis komputer ini adalah PC (Personal Computer) yang biasa
digunakan di rumah, kantor atau sekolah
Peran
teknologi informasi pada perusahaan
Secara umum, sistem informasi memiliki beberapa peran pada
perusahaan, antara lain:
1. Minimize Risk
Tentu setiap bisnis mempunyai resiko terutama pada factor
keuangan. Saat ini berbagai jenis aplikasi telah tersedia dalam upaya
mengurangi resiko yang sering kali dihadapi pada bisnis seperti forecasting,
financial advisory, planning expert dan sebagainya.
Dengan adanya TI saat ini maka hal yang seperti di sebutkan
diatas akan dapat ditanggulangi karena TI mampu membabntu perusahaan atau
organisasi Anda dalam mengurangi resiko yang akan terjadi serta dapat menjadi
sarana dalam membantu manajemen pada pengelolaan resiko yang sedang dihadapi.
2. Reduce Costs
Sebagai katalisator pada perusahaan, IT juga dapat digunakan
sebagai pengurangan biaya operasional perusahaan yang pada akhirnya berdampak
pada profitabilitas perusahaan Anda. Berkaitan dengan hal ini, terdapat empat
cara yang akan ditawarkan TI dalam mengurangi biaya kegiatan operasional,
yaitu:
·
Reduce Costs
·
Eleminasi Proses
·
Simplifikasi Proses
·
Integrasi Proses
·
Otomatisasi proses
·
Add Value
·
Create New Realities
Ruang lingkup teknologi informasi
Secara garis besar,
teknologi informasi dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian: perangkat lunak
(sofware) dan perangkat keras (hardware). Perangkat keras rnenyangkut pada
peralatan-peralatan yang bersifat fisik. seperti memori, printer, dan keyboard.
Adapun perangkat lunak terkait dengan instruksi-instruksi untuk rnengatur
perangkat keras agar bekerja sesuai dengan tujuan instruksi-instruksi tersebut.
Haag, dkk (2000)
membagi teknologi informasi menjadi 6 kelompok, yaitu:
·
Teknologi masukan (input technology).
·
Teknologi keluaran (output technology).
·
Teknologi perangkat lunak (sqftware technology).
·
Teknologi penyinipan (storage technology).
·
Teknologi telekomunikasi (telecommunication
technology).
·
Mesin pemroses (processing machine) atau lebih
dikenal dengan istilah CPU.
1.
Teknologi Masukan
Teknologi masukan
adalah segala perangkat yang digunakan untuk menangkap data informasi dari
sumber asalnya. Contoh teknologi ini, antara lain barcode scanner dan keyboard.
Barcode scanner merupakan contoh produk teknologi masukan yang biasa digunakan
pada pasar swalayan untuk melakukan pemasukan data penjualan di kasa.
2.
Teknologi Input
3.
Teknologi Keluaran
Supaya informasi
bisa diterima oleh pemakai yang membutuhkan, informasi perlu disajikan dalam
berbagai bentuk. Dalam hal ini teknologi keluaran mempunyai andil yang cukup
besar. Pada umumnya inforcnasi disajikan dalam monitor. Namun, kadang kala
pemakai menginginkan informasi yang tercetak dalam kertas. Pada keadaan seperti
ini, peranti printer berperan dalam menentukan kualitas cetakan. Dewasa ini,
terdapat berbagai peranti yang mendukung penyajian informasi, termasuk dalam
suara.
4.
Teknologi Perangkat Lunak
Untuk menciptakan
informasi diperlukan perangkat lunak atau sering kali disebut program. Program
adalah sekumpulan instruksi yang digUnakan untuk mengendaiihan perangkat keras
komputer. Pengolah kata (word processor) merupakan contoh program yang banyak
digunakan oleh pemakai komputer untuk membuat dokumen.
5.
Teknologi Penyimpan
Teknologi penyimpan
menyangkut segala peralatan yang digunakan untuk menyimpan data. Tape, hard
disk, disket, dan zip disk merupakan contoh media untuk menyimpan data
6.
Teknologi Telekomunikasi
Teknologi
telekomunikasi merupakan teknologi yang memungkinkan hubungan jarak jauh.
Internet dan ATM merupakan contoh teknologi yang memanfaatkan teknologi
telekomunikasi.
7.
Mesin Pemroses
Mesin pemroses
adalah bagian penting dalam teknologi informasi yang berfungsi untuk mengingat
data/program (berupa komponen memori) dan mengeksekusi prograrn (berupa
komponen CPU).
C. Tujuan
Teknologi Informasi
Tujuan Teknologi Informasi adalah untuk memecahkan suatu
masalah, membuka kreativitas, meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam
melakukan pekerjaan. Jadi dapat dikatakan karena dibutuhkannya pemecahan
masalah, membuka kreativitas dan efisiensi manusia dalam melakukan pekerjaan,
menjadi penyebab atau acuan diciptakannya teknologi informasi. Dengan adanya
teknologi informasi membuat pekerjaan manusia menjadi lebih mudah dan efisien.
Dengan kata lain, karena sangat solusi, kreativitas, efektivitas dan efisiensi
dibutuhkan dalam sebuah sistem kerja maka teknologi informasi ini kemudian
diciptakan.
D. Manfaat
Teknologi Informasi
Manfaat teknologi informasi dalam aktivitas sehari-hari
sangat penting. Manfaat ini bisa digunakan sebagai penunjang kehidupan yang
lebih baik dikarenakan ada teknologi informasi yang bisa membantu aktivitas
menjadi lebih efektif dan efisien. Manfaat ini dapat digolongkan berdasarkan
kebutuhannya seperti :
1. Untuk
Pendidikan
Dengan adanya teknologi informasi di dunia pendidikan
terutama komputer, membuat siswa lebih efektif dalam belajar. Komputer adalah
sarana yang memudahkan dalam menumbuhkan kreativitas siswa Sekaligus sumber
informasi.
2. Untuk
Industri dan Manufaktur
Teknologi
informasi dapat membantu membuat rancangan desain sebuah produk yang akan
dikeluarkan pada industri serta bisa mengontrol mesin produksi dengan ketepatan
yang baik. Apalagi seperti yang kita ketahui industri membutuhkan hal yang
cepat untuk produksi dalam jumlah besar.
3. Untuk
Bisnis dan Perbankan
Dengan teknologi informasi bisa membantu dalam transaksi,
menyimpan berkas dengan lebih aman dan sistem perbankan yang lebih maju. Serta
akses nya dapat dikontrol dengan mudah cukup dengan teknologi saja.
4. Untuk
Militer
Dengan teknologi informasi yang maju, bisa dimanfaatkan
untuk navigasi pada kapal selam, mengendalikan pesawat luar angkasa dengan
kemudi atau tanpa kemudi. Dengan adanya teknologi Militer juga dapat membuat
suatu akses ketika berada dikeadaan genting.
5. Untuk
Teknik dan Pengetahuan
Teknologi informasi bisa digunakan dalam mempelajari
struktur tanah, angin dan juga cuaca. Dan bisa membantu dalam menghitung. Saat
ini akses ilmu pengetahuan pun bertebaran dimana-mana dan dapat di akses dengan
mudah cukup dengan jaringan internet. Begitupun dalam bidang Teknik dan
proyek-proyek tertentu.
6. Untuk
Kedokteran
Bisa dimanfaatkan dalam mendiagnosa suatu penyakit dan
mengambil gambar semua organ tubuh dengan komputer. Bahkan teknologi merupakan
bagian yang tidak bisa dipisahkan dengan bidang kedokteran saat ini seperti:
scan, Radiologi, maupun Usg.
7. Untuk
Pemerintahan
Teknologi informasi dapat diaplikasikan dalam mengolah suatu
data dan informasi yang ditujukan kepada masyarakat. Bisa meningkatkan hubungan
antara pemerintah dan masyarakatnya. Sehingga apa yang terjadi di suatu daerah
tertentu dapat diketahui dengan cepat menggunakan teknologi.
8. Untuk
Hiburan dan Permainan
Teknologi komputer bisa digunakan untuk membuat animasi,
periklanan, desain grafis dan juga audiovisual supaya menjadi lebih baik dan
menarik. Bahkan Kini banyak programer-programer tertentu sekaligus menciptakan
lapangan pekerjaan baginya.
9. Untuk
Bidang Kriminal
Teknologi bisa membuat mudah aparat dalam menyelesaikan
permasalahan, bisa dengan mudah terdeteksinya pelanggaran demi pelanggaran lalu
lintas dan sidik jari. Bahakn untuk kejahatan sekelas cyberCrime sekalipun
dapat dengan mudah dilacak lewat teknologi.
Pentingnya Teknologi Informasi dalam Sebuah Organisasi.
Tanpanya, Nggak Akan Jalan!
Pentingnya Teknologi Informasi dalam Sebuah Organisasi
Di era digitalisasi, manusia tidak lepas dengan yang namanya
teknologi. Teknologi informasi merupakan suatu sistem pengolahan data dan
sistem telekomunikasi secara elektronik atau sering juga disebut sebagai
perpaduan antara komputer dan komunikasi. Teknologi informasi sangat
berpengaruh dalam aspek kehidupan manusia dan ikut berperan dalam kehidupan
masyarakat. Salah satunya adalah organisasi.
Organisasi sangat membutuhkan teknologi informasi di
karenakan untuk memudahkan pekerjaan. Teknologi Informasi dapat meningkatkan
produktivitas kinerja organisasi atau individu karena teknologi informasi
menghasilkan informasi yang akurat. Teknologi membuat perubahan pada cara
anggota organisasi dalam menyampaikan informasi, mengerjakan tugas mereka, dan
bekerja sama tanpa batasan waktu, batasan wilayah dan tanpa terkendala oleh
peraturan. Teknologi Informasi juga membuat perubahan dalam cara kerja,
memproduksi, mengendalikan dan perubahan–perubahan di sebuah organisasi karena
pemanfaatan teknologi informasi. Teknologi informasi sangat berperan besar
dalam sebuah organisasi.
·
Dampak Positif teknologi informasi dalam
organisasi yang pertama adalah kemajuan teknologi komunikasi yang cepat dapat
mempermudah komunikasi antara suatu tempat dan tempat yang lain, yang kedua
yaitu lebih mudah dan cepat mencari informasi. Selanjutnya, lebih mudah saat
mencari data, menganalisis data dan memproduksi, lalu mengubah proses manual
menjadi otomatis, sehingga dapat mengurangi biaya untuk tenaga kerja, biaya
untuk kertas, alat tulis.
Selanjutnya
pengambilan keputusan menjadi lebih cepat, karena dengan teknologi maka data
yang dibutuhkan dapat diperoleh dengan cepat, lalu menghemat biaya untuk
promosi dan pemasaran. Karena promosi dapat dilakukan melalui website yang
sangat mudah dan konsumen dapat melihat profil perusahaan dari mana saja di
seluruh dunia. Dampak selanjutnya, teknologi membuat sistem dapat terintegrasi
di semua kantor atau organisasi. Sehingga pihak manajemen akan bekerja dengan
cepat tanpa datang ke kantor cabang yang jauh.
·
Dampak negatif teknologi informasi dalam
organisasi yaitu cara berkomunikasi menjadi berubah yang awalnya tatap muka
atau face to face menjadi tidak. Hal ini dapat menyebabkan komunikasi menjadi
hampa. Selanjutnya seseorang yang terus menerus menggunakan komputer atau
sering di depan komuputer membuat seseorang kurang bersosialisasi . Selanjutnya
terdapat cyber crime seperti manipulasi data, carding dan sebagainya.
Saat organisasi tidak ada teknologi, hal yang terjadi yaitu
pertama waktu yang lebih lama. Yang dimaksud waktu yang lama adalah penggunaan
waktu yang lama ini disebabkan oleh pekerjaan yang dilakukan secara langsung.
Misalnya, dalam pengerjaan suatu laporan keuangan yang pengerjaannya tanpa di
bantu oleh alat, tapi dengan menggunakan keahlian dan tenaga dari manusia
seluruhnya. Contoh lainnya, ketika ingin menghubungi seseorang dilakukan hanya
dengan langsung bertatap muka. Yang kedua adalah Tenaga yang lebih berat.
Contohnya pada saat kita ingin melakukan komunikasi dengan orang lain kita
memerlukan tenaga perjalanan untuk menemui orang tersebut secara langsung.
Keadaan organisasi setelah adanya teknologi informasi yaitu
kecepatan (Speed), komputer dapat mengerjakan sesuatu perhitungan yang kompleks
dalam hitungan detik, sangat cepat, jauh lebih cepat dari yang dapat dikerjakan
oleh manusia. Yang kedua, konsistensi (Consistency). Hasil pengolahan lebih
konsisten tidak berubah-ubah karena formatnya (bentuknya) sudah standar, walaupun
dilakukan berulang kali, sedangkan manusia sulit menghasilkan yang persis
sama. Ketiga yaitu ketepatan
(Precision), komputer tidak hanya cepat, tetapi juga lebih akurat dan tepat
(persis). Komputer dapat mendeteksi suatu perbedaan yang sangat kecil, yang
tidak dapat dilihat dengan kemampuan manusia, dan juga dapat melakukan
perhitungan yang sulit.
Oleh karena itu, teknologi sangat penting untuk organisasi.
Penggunaan teknologi informasi mendapatkan pemanfaatan yang besar, walaupun
teknologi informasi terdapat dampak negatif. Tapi organisasi mendapatkan banyak
dampak positif. Teknologi Informasi membuat mengurangi biaya dan membuat cepat
saat pengambilan keputusan.
E. Kesimpulan dan Penutup
Penjelasan
diatas pastinya sudah cukup lengkap untuk menambah wawasan Anda tentang
teknologi informasi. Adapun komponen yang digunakan dalam teknologi informasi
diantaranya adalah Hardware, Software, Brainware (kecerdasan yang ada pada
manusia/user), Data, Informasi, dan Pengetahuan. Semua komponen tersebut sudah
menjadi satu kesatuan untuk mewujudkan teknologi informasi tersebut.
Banyaknya dampak positif yang diberikan dengan adanya teknologi informasi, terdapat sisi negatifnya. Dampak negatifnya adalah seperti generasi muda yang semakin kecanduan serta ketergantungan dengan hadirnya perkembangan teknologi ini. Oleh karena itu, di tengah majunya perkembangan teknologi tersebut sudah seharusnya Anda menyikapi nya dengan bijak. Hal ini dilakukan untuk menghindari dampak negatif tersebut.
materi selengkapnya :
video presentasi :
Untuk memenuhi tugas individu mata kuliah pengantar TIK
Dosen Pengampuh : Nanang Abdurahman,M.Kom
Nama : Sri Lestari
Nim : 211223009
PTIK 1A
Komentar
Posting Komentar