MERANCANG PENGALAMATAN JARINGAN

MERANCANG PENGALAMATAN JARINGAN



A. Mengidentifikasi Sistem Operasi pada Jaringan

1. Sistem operasi jaringan 

1. Pengertian Sistem Operasi Jaringan 

Sistem operasi jaringan merupakan sebuah jenis sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Umumnya sistem operasi ini terdiri atas banyak layanan atau server yang ditujukan untuk melayani pengguna, seperti berbagi layanan berbagi berkas (file) layanan berbagi alat pencetak (printer) DNS service, HTTP service dan lain sebagainya. 


2. Karakteristik Sistem Operasi Jaringan

a. Pusat kendali sumber daya jaringan

b. Akses aman ke sebuah jaringan

c. Mengizinkan remote user terkoneksi ke jaringan

d. Mengizinkan user terkoneksi ke jaringan lain (misalnya internet)

e. Back up data memastikan data tersebut tersedia


3. Fungsi Utama Sistem Operasi Jaringan 

a. Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lain nya ke sebuah jaringan.

b. Mengelola sumber daya jaringan

c. Menyediakan layanan

d. Menyediakan keamanan jaringan bagi mutiple users

e. Mudah menambahkan client dan sumber daya lainnnya

f. Memonitor status dan fungsi elemen-elemen jaringan

g. Distribusi program dan update software ke client

h. Menggunakan kemampuan server secara efisien 

i. Meyediakan toleransi kesalahan


4. Jenis-Jenis Sistem Operasi Jaringan Berdasarkan Layanan (Interface) 

a. Sistem Operasi Jaringan Berbasis Text

Adalah sistem operasi yang proses instalasinya, user diharapkan untuk mengahafal sintax-sintax atau perintah command line yang digunakan untuk menjalankan suatu proses instalasi sistem operasi jaringan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut : 

- Linux debian

- Linux suse

- Sun solaris

- Linux mandrake

- Knoppix

- macOS 

- UNIX 


b. Sistem Operasi Jaringan Berbasis GUI

Adalah sistem operasi yang dalam prose instalasinya, user peru menghafal sintank-sintaks atau perintah DOS atau bahasa pemograman yang digunkannya. Berikut beberapa contoh sistem operasi jaringan berbasis GUI : 


- Linux redhat

- Window NT 3.51

- Window 2000 (NT 5.0)

- Window server 2003

- Window XP

- Microsoft MS-NET

- Microsoft LAN manager

- Novell nerware



2. Menginstal dan Mengkonfigurasi Jaringan

a. Cara Menginstal Driver NIC pada SO berbasis Windows

Untuk menginstal driver pada komputer atau laptop terdapat dua cara yaitu cara pertama dengan mnginstal secara langsung software driver dari perangkat yang digunakan sesuai dengan merk dan typenya seperti driver NIC, driver VGA, audio, webcam, dan perangkat lain. Lalu cara yang kedua adalah dengan cara :

- Masuk ke menu control panel/system and security/system kemudian pada sidebar sebelah kiri, pilih device manager

- Lalu perhatikan perangkat mana saja yang belum terinstal driver, biasanya ada tanda (?) berwarna kuning jika driver belum terinstal

- lik kana pada perangkat yang akan diinstal kemudian pilih update driver software

- Kemudian arahkan diman aletak dari driver tersebut disimpan 

- Selanjutnya tunggu sampai sistem selesai memperbaharui driver tersebut.


b. Cara Menginstal Jaringan berbasis GUI (Windows dan Linux)

c. Cara Mengkonfigurasi Jaringan berbasis GUI (Windows dan Linux)

d. Cara mengkonfigurasi perangkat jaringan pada SO Jaringan berbasis text

e. Cara menginstal perangkat jaringan pada SO Jaringan berbasis text

f. Cara Mengecek jaringan bekerja dengan baik


B. Membagi Alamat Jaringan pada Perangkat Jaringan

1. Node Pada Jaringan

a. Pengertian Node

Node (latin nodus, ‘simpul’) adalah salah satu titik sambungan, titik redistribusi, atau titik akhir komunikasi (beberapa terminal peralatan). Definisi node tergatung kepada jaringan dan protokol lapisan tersebut.

b. Node Pada Jaringan Komputer

Node jaringan fisik adalah perangkat aktif elektronik yang terpasang ke dalam jaringan dan mampu membuat, menerima, atau mengirimkan informasi melalui saluran komunikasi. 

c. Fungsi Node

Fungsinya adalah membuat, menerima, atau mengirimkan informasi melalui saluran komunikasi. 

d. Variasi node

- Node jaringan komputer 

Dalam komunikasi data, node jaringan fisik dapat berupa sebuah peralatan komunikasi data (DCE) seperti modem, hub, bridge, atau beralih ;atau peralatan terminal data yang (DTE) seperti handset digital telepon, printer, atau komputer host, misalnya router, workstation atau server.

- Node jaringan komunikasi 

Pada jaringan telepon tetap, node bisa berupa komputer yang menyedaiakan beberapa layanan jaringan atau concerntrator terpencil. Sedangkan dalam komunikasi via selurer, contoh node bisa berupa gateaway GPRS suport node, serving GPRS suport node (SGSN) atau home location register. 

- Node sistem terdistribusi 

Bila jaringan berupa sistem terdistribusi, nodenya adalah berupa server, klien, dan sejenisnya. Sistem ini terkadang dapat memakai node virtual sehingga sering tidak menyadari adanya kesamaan node.


e. Jenis jenis node 

- Degree : jumlah anak dari node 

- Lipis simpul : simpul tanpa anak 

- Tree : struktur data node yang dimulai dengan node root

- Root node : node tertinggi dalam pohon biner

- Perent node : sebuah node yang memiliki node lain yang memanjang

- Child node : sebuah node yang memanjang dari node yang berbeda

- Scrolling node : node terhubung ke node induk yang sama

- Forest : sekumpulan pohon node

- Edge : koneksi antar node


2. Segment Pada Jaringan

a. Pengertian Segmentasi Jaringan

Segmentasi jaringan adalah tindakan atau praktik membelah jaringan komputer menjadi subnetwork, masing masing menjadi segmen jaringan.  Keuntungan dari pemisahan tersebut terutama untuk meningkatkan kinerja dan meningkatkan keamanan. 


b. Keuntungan Segmentasi Jaringan

- Berkurangnya kemacetan, peningkatan performa tercapai, karena pada jaringan tersegmentasi terdapat lebih sedikit host per subjaringan sehingga meminimalkan lalu lintas lokal. 

- Keamanan yang lebih baik, keamanan akan memuat ke jaringan lokal. Struktur jaringan internal tidak akan terlihat diluar

- Berisi masalah jarinagan. Membatasi efek dari kegagalan lokal di bagian lain dari jaringan.

- Mengontrol akses pengunjung. Akses pengunjung ke jaringan dapat dikontrol dengan menerapkan VLAN untuk memisahkan jaringan.



c. Kelas IP Address, Subnetting, dan VLSM 

1. IP ADDRESS 

a. Pengertian IP Address

IP Address adalah sebuah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TPC/IP. Terdiri dari 32 bit (biary digit atau bilangan duaan) angka biner yang dibagi dalam 4 oket (byte) terdiri dari 8 bit. Setiap bit mempresentasikan bilangan desimal mulai dari 0 sampai 255. 


b. Jenis jenis IP Address

1. IP Public 

Public bit tertinggi range address bit network address 


Kelas A : 0 0 - 127 * 8

Kelas B : 10 128 - 191 16 

Kelas C : 110 192 - 223 24

Kelas D : 1110 224 – 239 28




2. Privat 

IP Privat ini dapat digunakan dengan bebas tetapi tidak dikenal pada jaringan internet global. Karena biasa dipergunakan pada jaringan tertutup yang tidak terhubung ke internet, misalnya jaringan komputer ATM. 


- 10.0.0.0 – 10.255.255.255

- 172.16.0.0 – 172.31.255.255

- 192.168.0.0 – 192.168.255.255




Kesimpulan 


10.0.0.0 – 126.0.0.0 : Kelas A

127.0.0.0 : Loopback Network 

128.0.0.0 -191.255.0.0 : Kelas B

192.0.0.0 – 223.255.255.0 : Kelas C

22.0.0.0 = 240.0.0.0 : Class E, Reserved 




3. ipvs6

Terdiri Dari 16 Oktet, Contoh : A524:72D3:2C8D:DD02:0029:EC7A:002B:EA73 



2. SUBNETTING 


Seorang network administartor sering kali membutuhkan pembagian network dari suatu IP Addrees yang telah diberikan oleh internet service provider (ISP) dikarenakan persediaan IP Address pada saat ini sangat terbatas akibat menjamurnya situs situs di internet. Cara membagi network ini disebut dengan subneting dan hasil dari subneting disebut subnetwok.


Langkah langkah subneting adalah sebagai berikut :


contoh 2:


Suatu perusahaan mendapatkan IP adress dari suatu ISP 160.100.0.0/16, perusahan tersebut mempunyai 30 departemen secara keseluruhan, dan ingin semua departemen dapat akses ke internet. Tentukan network tiap departemen ?


Solusi ;


1. Tentukan berada dikelas mana ip tersebut ? B


2. Berapa jumlah network yang dibutuhkan ?


dengan rumus 2n > network yang dibutuhkan


25 > 30


3. Ubah menjadi biner


network-portion host-portion


10100000 01100100 00000000 00000000


11111111 11111111 00000000 00000000


Ambil bit host-portion sesuai dengan kebutuhkan network, sehingga


network-portion host-portion


10100000 01100100 _ _ _ _ _ 000 00000000


11111111 11111111 1 1 1 1 1 000 00000000


perhatikan oktet ketiga


_ _ _ _ _ 000


1 1 1 1 1 000




Cara nya


Dengan mengkombinasikan bit


00001 000 = 8

00010 000 = 16

00011 000 = 24

00100 000 = 32

00101 000 = 40

00110 000 = 48


……………


11111 000 = 248



VLSM (Variable Leght Subnet Mask)


Konsep subneting memang menjadi solusi dalam mengatasi jumlah pemakaian IP Address. Akan tetapi kalau diperhatikan maka akan banyak subnet. Penjelasan lebih detail pada contoh :


contoh 2:


Pada suatu perusahaan yang mempunyai 6 departemen ingin membagi networknya, antara lain :


1. Departemen A = 100 host


2. Departemen B = 57 host


3. Departemen C = 325 host


4. Departemen D = 9 host


5. Departemen E = 500 host


6. Departemen F = 25 host


IP Address yang diberikan dari ISP adalah 160.100.0.0/16


Apabila kita menggunakan subneting biasa maka akan mudah di dapatkan akan tetapi hasil dari subneting (seperti contoh 1) tersebut akan terbuang sia-sia karena hasil dari subneting terlalu banyak daripada jumlah host yang dibutuhkan. Maka diperlukan perhitingan VLSM yaitu :


Urut kebutuhan host yang diperlukan


1. Departemen E = 500 host


2. Departemen C = 325 host


3. Departemen A = 100 host


4. Departemen B = 57 host


5. Departemen F = 25 host


6. Departemen D = 9 host


Ubah menjadi biner


- network-portion host-portion


10100000 01100100 00000000 00000000


11111111 11111111 00000000 00000000


Jika pada subneting dimabil dari network maka pada VLSM diambil pada dari host


l Untuk 500 host


- network-portion host-portion


10100000 01100100 00000000 00000000


11111111 11111111 00000000 00000000


Untuk 500 host dimabil 9 bit dari host-portion karena


2n-2 > jumlah host


Hasilnya 160.100.0.0/23


- Network Broadcast Range-Hoat


160.100.0.0/23 160.100.0.255 160.100.0.1 - 160.100.1.254


160.100.2.0/23 160.100.2.255 160.100.2.1 - 160.100.3.254


160.100.4.0/23 160.100.4.255 160.100.4.1 - 160.100.5.254


160.100.6.0/23 160.100.6.255 160.100.6.1 - 160.100.7.254


160.100.8.0/23 160.100.8.255 160.100.8.1 - 160.100.9.254


…….. ………. ………….


160.100.254.0/23 160.100.254.255 160.100.254.1 - 160.100.255.254


l Untuk 325 host kita masih dapat menggunakan subnet dari 500 host karena masih dalam arena 29 dan pilihlah subnet yang belum digunakan.


l Untuk 100 host menggunakan 28 > 100 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.


misal 160.100.2.0/24


- network-portion host-portion


10100000 01100100 00000010 00000000


11111111 11111111 00000010 00000000


maka


- Network Broadcast Range-Hoat


160.100.2.0/24 160.100.2.255 160.100.2.1 - 160.100.2.254


160.100.3.0/24 160.100.3.255 160.100.3.1 - 160.100.3.254


l Untuk 57 host menggunakan 26 >57 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.


misal 160.100.3.0/24


- network-portion host-portion


10100000 01100100 00000010 00000000


11111111 11111111 00000011 00000000


maka


- Network Broadcast Range-Hoat


160.100.3.0/26 160.100.3.91 160.100.3.1 - 160.100.3.90


160.100.3.64/26 160.100.3.63 160.100.3.65 - 160.100.3.126


160.100.3.128/26 160.100.3.127 160.100.3.129 - 160.100.3.190


160.100.3.192/26 160.100.3.191 160.100.3.193 - 160.100.3.254


l Untuk 25 host menggunakan 25 > 25 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.


misal 160.100.3.192/25


- network-portion host-portion


10100000 01100100 00000010 00000000


11111111 11111111 00000011 00000000


maka


- Network Broadcast Range-Hoat


160.100.3.192/27 160.100.3.223 160.100.3.193 - 160.100.3.222


160.100.3.224/27 160.100.3.255 160.100.3.225 - 160.100.3.254


l Untuk 9 host menggunakan 24 > 16 dan ambil salah satu dari subnet sebelumnya yang belum terpakai.


misal 160.100.3.224/25


- network-portion host-portion


10100000 01100100 00000010 00000000


11111111 11111111 00000011 00000000


maka


- Network Broadcast Range-Hoat


160.100.3.224/28 160.100.3.239 160.100.3.225 - 160.100.3.227


160.100.3.240/28 160.100.3.255 160.100.3.241 - 160.100.3.254


 


 SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS B


Pertama, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class B adalah seperti dibawah. Sengaja saya pisahkan jadi dua, blok sebelah kiri dan kanan karena masing-masing berbeda teknik terutama untuk oktet yang “dimainkan” berdasarkan blok subnetnya. CIDR /17 sampai /24 caranya sama persis dengan subnetting Class C, hanya blok subnetnya kita masukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang “dimainkan” di oktet keempat. Sedangkan CIDR /25 sampai /30 (kelipatan) blok subnet kita “mainkan” di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga berjalan maju (coeunter) dari 0, 1, 2, 3, dst.


Sekarang kita coba dua soal untuk kedua teknik subnetting untuk Class B. Kita mulai dari yang menggunakan subnetmask dengan CIDR /17 sampai /24. Contoh network address 172.16.0.0/18.


Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /18 berarti 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).


Penghitungan:


Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada 2 oktet terakhir. Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet


Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 - 2 = 16.382 host


Blok Subnet = 256 - 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.


Alamat host dan broadcast yang valid?


 


Berikutnya kita coba satu lagi untuk Class B khususnya untuk yang menggunakan subnetmask CIDR /25 sampai /30. Contoh network address 172.16.0.0/25.


Analisa: 172.16.0.0 berarti kelas B, dengan Subnet Mask /25 berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).


Penghitungan:


Jumlah Subnet = 29 = 512 subnet


Jumlah Host per Subnet = 27 - 2 = 126 host


Blok Subnet = 256 - 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)


Alamat host dan broadcast yang valid?


SUBNETTING PADA IP ADDRESS CLASS A


Kalau sudah mantap dan paham benar, kita lanjut ke Class A. Konsepnya semua sama saja. Perbedaannya adalah di OKTET mana kita mainkan blok subnet. Kalau Class C di oktet ke 4 (terakhir), kelas B di Oktet 3 dan 4 (2 oktet terakhir), kalau Class A di oktet 2, 3 dan 4 (3 oktet terakhir). Kemudian subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class A adalah semua subnet mask dari CIDR /8 sampai /30.


Kita coba latihan untuk network address 10.0.0.0/16.


Analisa: 10.0.0.0 berarti kelas A, dengan Subnet Mask /16 berarti 11111111.11111111.00000000.00000000 (255.255.0.0).


Penghitungan:


Jumlah Subnet = 28 = 256 subnet


Jumlah Host per Subnet = 216 - 2 = 65534 host


Blok Subnet = 256 - 255 = 1. Jadi subnet lengkapnya: 0,1,2,3,4, dan seterusnya.


Alamat host dan broadcast yang valid?


 


 Catatan: Semua penghitungan subnet diatas berasumsikan bahwa IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) dihitung secara default. Buku versi terbaru Todd Lamle dan juga CCNA setelah 2005 sudah mengakomodasi masalah IP Subnet-Zeroes (dan IP Subnet-Ones) ini. CCNA pre-2005 tidak memasukkannya secara default (meskipun di kenyataan kita bisa mengaktifkannya dengan command ip subnet-zeroes), sehingga mungkin dalam beberapa buku tentang CCNA serta soal-soal test CNAP, anda masih menemukan rumus penghitungan Jumlah Subnet = 2x - 2


 


IP Address


IP Address adalah alamat yang diberikan kejaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP. IP address terdiri atas 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.16.10.01 atau dimisalkan berformat w.x.y.z. IP address adalah protokol yang paling banyak dipakai untuk meneruskan (routing) informasi di dalam jaringan.




IP address memiliki kelas-kelas seperti pada tabel 2.4.


Tabel 2.4. Kelas-kelas IP address


Kelas Range Network ID Host ID Default Subnet Mask


A 1-126 w x.y.z 255.0.0.0


B 128-191 w.x y.z 255.255.0.0


C 192-223 w.x.y z 255.255.255.0


catatan: masih ada kelas D yang jarang digunakan, dan ada IPV6 yang bakal digunakan jika IPV4 ini sudah tida mencukupi.


Misalnya Ada IP 192.168.0.100 maka termasuk IP Address Kelas C


Subnetting


Jika seorang pemilik sebuah IP Address kelas B misalnya memerlukan lebih dari satu network ID maka ia harus mengajukan permohonan ke internic untuk mendapatkan IP Address baru. Namun persediaan IP Address sangat terbatas karena banyak menjamurnya situs-situs di internet.


Untuk mengatasi ini timbulah suatu teknik memperbanyak network ID dari satu network yang sudah ada. Hal ini dinamakan subnetting, di mana sebagian host ID dikorbankan untuk dipakai dalam membuat network ID tambahan.


Sebagai contoh, misal di kelas B network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.224.0 dimana oktet ketiga diselubung dengan 224. maka dapat di hitung dengan rumus 256-224=32. maka kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan 32, 64, 128, 160, dan 192. Dengan demikian kelompok IP address yang dapat dipakai adalah:


130.200.32.1 sampai 130.200.63.254


130.200.64.1 sampai 130.200.95.254


130.200.96.1 sampai 130.200.127.254


130.200.128.1 sampai 130.200.159.254


130.200.160.1 sampai 130.200.191.254


130.200.192.1 sampai 130.200.223.254


Atau akan lebih mudah dengan suatu perumusan baik dalam menentukan subnet maupun jumlah host persubnet.Jumlah subnet = 2n-2, n = jumlah bit yang terselubung


Jumlah host persubnet = 2N-2, N = jumlah bit tidak terselubung


Sebagai contoh, misalnya suatu subnet memiliki network address 193.20.32.0 dengan subnet mask 255.255.255.224. Maka:


Jumlah subnet adalah 6, karena dari network address 193.20.32.0 dengan memperhatikan angka dari oktet pertama yaitu 193, maka dapat di ketahui berada pada kelas C. dengan memperhatikan subnetmask 255.255.255.224 atau 11111111.11111111.11111111. 11100000 dapat diketahui bahwa tiga bit host ID diselubung, sehingga didapat n = 3 dan didapat:jumlah subnet = 23-2 = 6.


Sedangkan untuk jumlah host persubnet adalah 30, ini didapat dari 5 bit yang tidak terselubung, maka N = 5 dan akan didapat: jumlah host per subnet = 25-2 = 30.


Bit terselubung adalah bit yang di wakili oleh angka 1 sedangkan bit tidak terselubung adalah bit yang di wakili dengan angka 0.










C. Mendokumentasikan Pengalamatan Jaringan

1. Mencatat alamat masing-masing node atau perangkat jaringan 

Agar mudah trouble shooting tehadap masalah jaringan di setiap komputer yang tehubung dengan jaringan. Maka kita harus melakukan kegiatan atau proses pekerjaan mencatat alamat masing masing node atau perangkat jaringan. Yang harus dicatat adalah IP address dan mac address dari PC ataupun perangkat jaringan. 

Pada windows


Cara check/mengetahui IP address melalui terminal/command prompt


Windows XP 


Klik start dan lanjutkan dengan klik menu run 




Kemudian ketikan perintah CMD lalu tekan tombol enter. Setelah jendela command muncul, ketik ipconfig –all dan lanjutkan dengan menekan tombol enter.




Pada contoh IP address pada perangkat tersebut adalah 192.168.1.248, subnet mask 255.255.255.0, getway 192.168.1.234 dan menggunakan DNS server 192.168.1.234 dan 8.8.8.8 yang merupakan DNS publik milik openDNS.


Pada windows 7


Cara check/mengetahui IP address komputer melalui terminal/command prompt windows 7


Ketik cmd




Ketik ipconfig –all




Pada ubuntu linux desktop/server


Bagaimana cara menemukan dan menvcatat alamat IP lokal dari sistem desktop ubuntu atau server. Desktop ubuntun18.04 menyediakan GUI (graphical user interface) yang menarik untuk bekerja dengannya. Bida menggunakan command prompt untuk memerikasa alamat IP saat ini di sistem atau menggunakna opsi GUI untuk melihat alamat IP lokal pada sistem.


Metode 1


Untuk desktop ubuntu 18.04 periksa IP melalui GUI login ke sistem desktop ubuntu. Stelah itu buka pengaturan windows pada mesin ubuntu desktop seperti yang di tampilkan di bawah ini




Di bilah sisi kiri klik tab jaringan setelah itu klik icon untuk membuka pengaturan untuk antarmuka jaringan sistem seperti di bawah ini




Disini alamat IP dari sitem desktop ubuntu




Lihat alamat ubuntu 


Metode 2


Desktop/server ubuntu 18.04 periks aIP melalui CL1 tekan CTRL+ALT+T untuk meluncurkan terminal pada sistem ubuntu. Sekarang ketik perintah IP berikut untuk melihat alamat IP saat ini yang dikonfigurasi pada sistem.


#ip addr show


Ubuntu memeriksa perintah IP lokal




Disitu ad aIP Address dan macaddress (192.168.1.236/24 dan 08:00:27:92:7f:33) 


2. Membuat Dokumentasi pengalamatan jaringan


a. Membuat denah jaringan


cara menambahkan denah ruangan ke Packet Tracer...


caranya : 


sebenarnya pada Packet Tracer sudah ada gambar denah bawaan dari aplikasi ini. dengan cara Load jaringan yang sudah dibuat pada Packet Tracer. Klik pada Tulisan Set Titled Background.










maka akan muncul window seperti dibawah ini. Pilihlah salah satu gambar yang sudah tersedia.








Nah dibawah ini adalah apabila anda mengklik salah satu gambar. Maka akan muncul lembar kerja yang sudah punya background seperti ini.








Namun apabila anda memakai background seperti ini maka anda hanya memiliki gambar ruang yang simpel seperti itu, Anda bisa membuat yang lebih bagus dan sesuai dengan apa yang anda inginkan, yang anda bayangkan apabila anda membangun ruangn untuk kantor anda. Anda bisa menggambarnya pada Microsoft office Visio. Apabila anda memilih untuk memakai aplikasi menggambar lainnya tidak masalah, asalkan file disimpan dengan format .png/.jpg . Saya akan mencontohkan cara load gambar yang sudah saya buat sebelumnya.


pertama-tama buka file packet tracer yang sudah anda buat yang hanya berupa jaringannya saja.








selanjutnya sama anda mengklik tulisan Set Titled Backgroound. setelah muncul gambar dibawah ini maka anda memilih Browse.








Pilihlah gambar file anda untuk dimasukkan ke Packet tracer. Ini adalah gambar file .jpg aslinya. Ini merupakan gambar untuk dua lantai tapi saya buat menyamping dikarenakan biar gampang untuk mengaturnnya. Kiri adalah lantai 1 dan kanan adalah lantai 2








dan setelah gambar di masukkan ke dalama Packet Tracer beserta dengan jaringannya seperti dibawah ini.








Dan aturlah sesuai dengan letaknya dan ruangannya.








b. Keterampilan yang di perlukan dalam mendokumentasikan pengalamtan jaringan


Mencatat alamat masing masing node dan perangkat jaringan


Membuat dokumentasi pengalamatan jaringan 


Sikap kerja dalam mendokumentasikan pengalamatan jaringan 


Harus cermat dan teliti dalam mencatat alamat masing masing node atau perangkat jaringan


Harus cermat dan teliti dalam membuat dokumentasi pengalamatn jaringan






Refferensi : 


Ahmaddul Hadi, 2016 Administif Jaringan Komputer, kencana, Jakarta, hal 81-84.

http://bmcne3t.blogspot.com/2016/01/pengertian-driver-dan-cara-mengintal.html?m=1. Diakses 9 Maret 2022.

Wahana Komputer, 2013, Cara Cepat Menjadi Teknisi Jaringan Komputer Profesional, , Elex Media Komputindo, Jakarta. 

Modul cara menginstal sistem operasi jaringan berbasis text 

KODE MODUL : SWR.OPR.104.(2).A

Modul cara menginstal sistem operasi jaringan berbasis GUI (Graphical User Interface)

KODE MODUL : SWR.OPR.103.(2).A

https://www.baktikominfo.id/id/informasi/pengetahuan/kupas-tuntas -tentang-node-fungsi-variasi--dan-jenisnya-688 Diakses 11 Maret 2022.

https://www.smkyadikabalam.sch.id/read/6/belajar-dan-mengenal-ip-address-subnetting-dan-vlsm. Diakses 12 maret 2022.

http://luppippa.blogspot.com/2012/09/membuat-denah-jaringan-komputer-pada.html Diakses 12 Maret 2022.






SKKNI MERANCANG PENGALAMATAN JARINGAN








Materi lengkap


Video presentasi 








Disusun Oleh: 

Sri Lestari 

NIM/Kelas: 211223009 / 2A 

untuk memenuhi tugas individu 

mata kuliah jaringan komputer

dosen pengampu : Nanang Abdurahman,M.Kom

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ETIKA DAN PROFESI BIDANG TIK

MENENTUKAN PERANGKAT JARINGAN

MEMASANG KABEL JARINGAN